Top
Begin typing your search above and press return to search.

Diplomasi Pencak Silat KBRI: Kazakhstan raih 10 emas di Kejuaraan Dunia  2024 Abu Dhabi

Dubes Fadjroel Rachman dan Asosiasi Pencak Silat Kazakhstan berhasil mengantarkan Kazakhstan sebagai tim Pencak Silat terbaik di dunia dan memimpin di Asia tengah dan Eurasia.

Diplomasi Pencak Silat KBRI: Kazakhstan raih 10 emas di Kejuaraan Dunia  2024 Abu Dhabi
X
Sumber foto: Joko Hendrianto/elshinta.com.

Elshinta.com - Dubes Fadjroel Rachman dan Asosiasi Pencak Silat Kazakhstan berhasil mengantarkan Kazakhstan sebagai tim Pencak Silat terbaik di dunia dan memimpin di Asia tengah dan Eurasia. Kazakhstan berhasil memperoleh 10 medali emas, 7 perak, dan 15 perunggu atau 32 medali untuk kategori junior, senior dan eksibisi pada ajang World Pencak Silat Championship ke-20 dan Junior World Pencak Silat Championship ke-5 yang berlangsung di Abu Dhabi pada 18-22 Desember 2024.

Pada kompetisi tersebut, Indonesia berhasil menjadi juara umum dalam kedua kategori kompetisi. Di ajang World Pencak Silat Championship ke-20, Indonesia memimpin perolehan medali dengan 11 emas, 7 perak, dan 5 perunggu. Untuk kategori junior, Indonesia juga menjadi juara umum dengan 11 emas, 3 perak, dan 2 perunggu. Kejuaraan ini melibatkan peserta dari 57 negara dengan total 1.100 peserta.

Dubes Republik Indonesia untuk Republik Kazakhstan dan Republik Tajikistan, Fadjroel Rachman menyampaikan bahwa capaian Kazakhstan pada Kejuaraan Pencak Silat Dunia di Abu Dhabi tersebut merupakan gambaran atas kemajuan diplomasi Indonesia di Kazakhstan dan Asia Tengah.

“Prestasi Pencak Silat Kazakhstan yang luar biasa pada kejuaraan dunia di Abu Dhabi tahun 2024 ini bukan hanya menjelaskan prestasi dari satu cabang olahraga yang identik dengan kebudayaan Indonesia, tapi juga merupakan cerminan dari eratnya hubungan antara Indonesia dan Kazakhstan. Kemajuan Pencak Silat Kazakhstan dari waktu ke waktu merupakan refleksi dari semakin majunya diplomasi Indonesia di Kazakhstan dan Asia Tengah secara G to G dan People to People”, kata Dubes Fadjroel yang juga merupakan penasehat Asosiasi Pencak Silat Kazakhstan dan Tajikistan tersebut.

Dubes Fadjroel mengikuti upacara pembukaan di Abu Dhabi National Exhibition Centre (ADNEC) pada 18 Desember 2024 menghadiri undangan yang diberikan oleh Persekutuan Pencak Silat Antarbangsa (PERSILAT).

Menteri Sugiono mewakili Presiden Prabowo Subianto membuka acara secara resmi. Upacara pembukaan dihadiri juga oleh Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Dito Ariotedjo, Menteri Energi dan Infrastruktur UAE, Suhail Al Mazrouei, serta Menteri Olahraga UAE, Ahmad Belhoul Al Falasi dan pengurus PERSILAT, Benny Sumarsono dan Teddy Suratmadji, serta pengurus Asosiasi Pencak Silat Kazakhstan, Gadzhi Gadzhiyev dan Medet Abzhanov

KBRI Astana memberi dukungan penuh untuk kemajuan Pencak Silat Kazakhstan melalui berbagai program, antara lain mendatangkan tiga delegasi pelatih, sejak tahun 2023 dari Kemenpora dan IPSI, Universitas Negeri Yogyakarta dan PERSILAT, bantuan peralatan silat, serta kontribusi pada setiap kejuaraan regional, nasional dan internasional yang diadakan atau diikuti oleh Tim Pencak Silat Kazakhstan.

Dukungan lainnya adalah mendirikan Pencak Silat Corner di Pusat Budaya Indonesia di Astana pada tahun 2022 sebagai ruang belajar bagi pecinta Pencak Silat di Kazakhstan dan kawasan Asia Tengah. Berbagai ikhtiar panjang tersebut, secara perlahan semakin membuahkan hasil yang sangat baik dalam pengembangan Pencak Silat Diplomasi.

Pelatih PERSILAT, Nurfakih yang berada di Kazakhstan selama 3 bulan untuk membantu pesilat Kazakhstan menghadapi kompetisi Kejuaraan Asia di Uzbekistan pada bulan Oktober dan Kejuaraan Dunia di Abu Dhabi pada bulan Desember 2024 melihat bahwa kemajuan Pencak Silat Kazakhstan berkat kolaborasi yang baik antara KBRI dengan Asosiasi Pencak Silat Kazakhstan.

“Tim Pencak Silat Kazakhstan mengalami peningkatan kemampuan secara teknis, strategi. Saya melihat salah satu kunci kemajuan ini adalah dukungan yang sangat luar biasa dalam mensupport perkembangan Pencak Silat kazakhstan dari Bapak Dubes Fadjroel Rachman dan KBRI Astana. Dukungan seperti ini sangat penting dalam diplomasi Pencak Silat go to olympics.” ujar Coach Fakih seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Joko Hendrianto, Kamis (26/12).

Riski Adi Wijaya yang juga merupakan pelatih PERSILAT mengatakan bahwa potensi atlet Kazakhstan bisa berkembang dengan cepat karena adanya pembinaan yang baik yang didukung oleh KBRI.

“Atlet silat Kazakhstan memiliki potensi besar namun memerlukan bimbingan dan pelatihan yang intensif. Setelah dilatih, mereka menunjukkan kemajuan signifikan dalam teknik dan strategi Pencak Silat. Dubes dan KBRI Astana berperan penting dalam mempromosikan Pencak Silat Indonesia di Kazakhstan. Mereka membantu memperkuat hubungan bilateral antara kedua negara melalui olahraga ini. Contohnya, pembukaan Pencak Silat Corner di KBRI Astana, memberikan dukungan sarana prasarana, memberikan dukungan moril dan materil di setiap kegiatan Asosiasi Pencak Silat Kazakhstan.” kata Riski yang pada bulan Oktober sampai Desember 2024 berada di Kazakhstan untuk mendampingi dan melatih para pesilat di negara terbesar dan terkaya di Asia Tengah tersebut.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire